Atlet Bondowoso Raih Perak PON XX Papua untuk Sulawesi Tengah

Banyuwangi Pedia – Wahyudi Widodo, salah seorang atlet paramotor asal Bondowoso berhasil mendapatkan medali perak di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Namun, dia tidak bertanding mewakili daerah atau provinsi asalnya, melainkan menjadi wakil kontingen Propinsi Sulawesi Tengah.

Ia berhasil menjadi juara kedua dalam cabang olahraga eksebisi itu, bersaing dengan 27 atlet dari 14 Propinsi. Keberhasilan Wahyudi menjadi kebanggaan sekaligus pertanyaaan.

Alasan memperkuat daerah lain menjadi perbincangan saat dirinya tiba di daerah asalnya. Namun, pria yang akrab disapa Pak Wah ini sontak menjawabnya.

Awalnya, kata Wahyudi, dalam berbagai kesempatan dirinya pernah berada di urutan ke lima saat perolehan poin olahraga dirgantara di Pengprov Jawa Timur. Namun, keputusan atlet yang mewakili daerah hanya diambil bagi mereka yang menempati urutan satu dan dua.

Alasan inilah yang membuat dirinya kemudian mengambil keputusan untuk menerima pinangan daerah lain. Itung-itung untuk menambah pengalaman, jam terbang, serta mental bertanding dalam pertandingan skala nasional.

Apalagi, saat bersamaan banyak atlet dirgantara di Jawa Timur yang juga turut mewakili propinsi lain.

“Untuk pengembangan, memotivasi adik-adik, atlet-atlet di sini. Kalau saya tidak tampil lewat Sulawesi Tengah, maka selamanya saya tidak tanding di PON, karena hanya jadi cadangan di Jatim,” ujarnya, Selasa (19/10/2021).

Kendati demikian, Wahyudi menyebut telah mengantongi restu dari cabang olahraga maupun induk organisasi. Bahkan, dirinya juga membuktikan dengan adanya rekomendasi resmi dari Pengprov Paramotor Jawa Timur.

“Kalau soal KONI Bondowoso saya sudah pamit baik-baik. Menjelaskan posisi saya di urutan ke lima,” jelasnya.

Wahyudi menyebut, perolehan medali yang didapat menjadi pencapaian terbaik untuk kontingen Sulawesi Tengah. Meski begitu, medali tersebut belum masuk di daftar perolehan medali kontingen di daerahnya.

“Karena cabor Paramotor ini merupakan cabor ekshibi. Selain itu, ini juga pertama kali dipertandingkan dalam PON yang hanya boleh diikuti dua orang setiap propinsi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), Kabupaten Bondowoso, Sinung Sudrajat, menjelaskan, telah memberikan ijin kepada atlet yang akan berangkat ke PON XX Papua untuk daerah lain. Termasuk yang dilakukan oleh Wahyudi Widodo ini.

“Dan kami yakini apa yang menjadi keputusan Pak Wah adalah yang terbaik,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan mengenai kemungkinan Wahyudi tak memperkuat tim Jawa Timur itu lantaran adanya pemahaman yang berbeda. Termasuk memahami mengenai teknis penyelenggaraan pada cabor ini.

“Karena mereka menilai dari satu sisi, memahami dari satu sisi. Tidak tahu teknis detil penyelenggaraan even eksibi paramotor ini,” tutupnya. (BP/Cha/Ndy)