Catatan Liga 3, Tidak Ada Tim Medis di Banyuwangi, TRC Bencana pun Jadi

Liga 3
Tim TRC Relawan Banyuwangi mengangkat pemain yang cedera saat pertandingan Liga 3 antara Persikapro Probolinggo Vs Persewangi Banyuwangi. (BP/Ndy)

Banyuwangi Pedia – Pertandingan kompetisi Liga 3 Jawa Timur telah dimulai. Ada beberapa catatan yang terjadi terutama penyelenggara di setiap venue pertandingan yang dibagi beberapa grup ini. Salah satunya pertandingan berlangsung di Banyuwangi.

Bermain di group N, 5 tim bersaing untuk lolos di putaran selanjutnya. Tim itu, Persewangi Banyuwangi, PSSS Situbondo, Persikapro Probolinggo, PSPK Pasuruan dan Persebo Muda, Bondowoso.

Bacaan Lainnya

Sejauh ini sudah berjalan dua kali pertandingan atau empat partai berlangsung. Karena setiap jadwal menjadi dua sesi, yaitu pertandingan siang dan sore.

Namun ada yang menarik dari empat partai berlangsung ini. Event olahraga biasanya menyediakan atau menyiapkan tim medis di sisi lapangan.

Tujuannya agar mengantisipasi hal atau kejadian yang tidak diinginkan selama pertandingan. Tentunya seperti kasus yang menyangkut keamanan medis para pemain maupun official.

Tapi, di Banyuwangi ini tampak nihil. Ruang Kesehatan memang telah disediakan, namun isinya kosong tak berpenghuni. Lalu di mana tim medis ini?

Beberapa kali perhatian menuju ke sisi lapangan, tapi juga tak nampak ada. Hanya ada sejumlah orang yang berseragam oranye layaknya petugas relawan bencana.

Ya, mereka adalah anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) dari sejumlah relawan bencana. Terlihat ada TRC RAPI, TRC Potensi Basarnas dan lainnya.

Mereka juga membawa serta tandu darurat untuk mengangkat atau mengevakuasi orang. Sehingga kadang terbesit prasangka, ini sebuah pertandingan sepak bola seperti latihan simulasi atau medan bencana.

Tidak ada oksigen, tidak ada ambulan apalagi tim kesehatan. Hanya ada tim kesehatan dari official masing-masing yang tentunya kadang bukan berlatarbelakang medis. (BP/Ndy)