Cerita Dwi saat Banjir di Banyuwangi Datang

  • Whatsapp

Banyuwangi Pedia – Dwi, warga Lingkungan Sutri, Kelurahan Sobo, Banyuwangi. Ia adalah salah seorang korban saat banjir datang menggenangi rumahnya.

Saat itu, sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Air tiba-tiba datang perlahan.

Bacaan Lainnya

“Awalnya hanya genangan karena memang abis hujan lebat sejak Jam setengah dua malam. Tapi, semakin pagi air datang cepat, dan kemudian membesar,” katanya.

Saat itu, dirinya bersama keluarga bergegas menyelamatkan diri. Tapi, pertama kali yang diselamatkan adalah barang berharga di rumah.

“Ya, kasur itu saya angkat, barang berharga kemudian saya tinggal ke luar. Tiba-tiba air sudah segini (sambil menunjukkan kakinya),” katanya.

Kedatangan air kiriman itu memang cukup mengagetkan warga. Karena air datang saat warga sedang tidur pulas.

“Ya, itu dari Sungai Bagong mungkin itu dari atas karena tak muat lalu meluap ke sini,” katanya.

Setelah pagi terang, Dwi dan warga lain tampak di luar rumah. Mereka terlihat bercengkrama satu sama lain menceritakan peristiwa banjir yang melanda wilayahnya.

Ada pula sebagian warga yang melakukan bersih-bersih rumah. Menguras air yang masih menggenang di dalam.

Suara percikan air yang keluar dari ember yang disiramkan dari dalam rumah ke luar. Pelepah pisang di mana-mana bermanfaat untuk membendung air yang masuk dari pintu rumah.

Terlihat puluhan motor di samping rumah juga turut terendam. Tak tau apakah masih bisa berbunyi atau tidak.

“Ini paling parah, tahun lalu malah tidak ada. Ya memang di sini langganan banjir,” tutu Dwi.

Gambaran banjir lainnya juga terjadi di sekitar Lingkungan Gareng, Kelurahan yang sama. Motor tak bisa melalui jalan menuju ke permukiman. Ketinggian air mencapai 50-100 centimeter. Bahkan, saat orang berjalan melintas tampak air sepinggang.

Begitu juga di Lingkungan Pakis arah Pantai Cemara. Jalan menuju ke lokasi wisata itu justru ditutup oleh Petugas Polsek Banyuwangi. Tujuannya agar tidak dilintasi kendaraan karena ketinggian air membuat kendaraan warga mati. (dri)

Pos terkait