Delapan Bulan Bergejolak, Gunung Raung Turun Level

  • Whatsapp

Banyuwangi Pedia – Lampiran surat dari Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Badan Geologi menyebutkan, Gunungapi Raung (nama lain: Rawon) merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Jawa Timur, dengan ketinggian puncak mencapai 3332 mdpl.

Gunungapi ini merupakan gunungapi strato berkaldera, dengan kawah utama pada bagian puncak berbentuk ellips dengan ukuran 1750 x 2250 m2, dan kedalaman 400-550 m dari bibir kawah. Gunungapi Raung secara administratif termasuk dalam tiga wilayah Kabupaten, yakni Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember, Propinsi Jawa Timur.

Pada tanggal 21 Januari 2021, tingkat aktivitas G. Raung dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) setelah teramatinya peningkatan aktivitas secara visual dan kegempaan yang cukup signifikan. Pemantauan aktivitas vulkanik G. Raung dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Raung yang berada di Desa Mangaran, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

I. Pengamatan Visual

Pengamatan visual Gunungapi Raung dari periode 1 Juli hingga 8 Agustus 2021, gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Asap kawah tidak teramati. Hembusan gas ataupun kejadian erupsi efusif maupun eksplosif sudah tidak teramati lagi sejak Februari 2021.

II. Pengamatan Instrumental

1. Kegempaan pasca rangkaian erupsi Januari-Februari 2021 didominasi oleh Gempa Hembusan dan Gempa Tektonik. Getaran Tremor masih terekam dengan amplitude semakin menurun. Gempa-gempa Vulkanik (Vulkanik Dalam, Vulkanik Dangkal) tidak terekam.

2. Pengamatan energi seismik melalui grafik RSAM (real seismic amplitude measurement) menunjukkan pola menurun hingga 8 Agustus 2021.

3. Pengukuran deformasi melalui Tiltmeter menunjukkan pola deflasi (pengempisan tubuh gunung api).

III. Potensi Bahaya

Potensi bahaya erupsi G. Raung adalah aliran lava dan lontaran batuan pijar di dasar kawah. Pada saat erupsi meningkat jarak lontaran material batuan pijar dapat mencapai bibir kawah. Saat ini potensi ancaman bahaya berupa hembusan gas-gas vulkanik yang sebarannya terbatas di dasar kawah

IV. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental serta potensi ancaman bahayanya maka tingkat aktivitas G. Raung diturunkan dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal) terhitung sejak tanggal 9 Agustus 2021 pukul 13.00 WIB.

Pemantauan aktivitas G. Raung terus dilaksanakan secara intensif untuk antisipasi gejala kenaikan aktivitas vulkanik yang menuju erupsi ataupun adanya perubahan potensi ancaman bahaya.

IV. Rekomendasi

1. Dalam status Level I (Normal) direkomendasikan agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak turun ke dasar kawah atau mendekati kawah yang ada di puncak serta tidak berkemah di sekitar puncak/ bibir kaldera/ kawah G. Raung untuk menghindari potensi bahaya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan jiwa manusia.

2. Pemerintah Daerah dan BPBD Propinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Jember agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Pos Pengamatan Gunungapi Raung. (BP/Ndy)

Pos terkait