Final Liga Champions, Kedua Tim Turunkan Skuad Aneh

  • Whatsapp

Banyuwangi Pedia – Kontra strategi partai final UCL Manchester City vs Chelsea FC di Stadion Dragao. Kedua tim menurunkan skuad yang terbilang aneh.

Tim biru langit, sejak awal tak menurunkan satupun striker. Ini memang ala Pep Guardiola, yang kerap disebut false nine.

Bacaan Lainnya

Manager asal Spanyol kerap menunjukkan strategi ini di EPL maupun saat meramu taktik di Barcelona. Strategi yang menumpuk para pemain tengah untuk memaksimalkan tenaga serang. Tapi, sepanjang babak pertama belum efektif.

Di kubu Chelsea, formasi 4-3-3 masih menjadi andalan Thomas Tuchel. Menurunkan trio pemain depan Kai Harvetz, Masson Mount dan Timo Werner berdiri sendiri sebagai ujung tombak.

Ditopang lini tengah yang cukup stabil selama ini. Ada pemain muda James, Jorginho dan pemain mungil nan eksplosif, N’golo Kante.

Tampil hati-hati, justru strategi Chelsea lebih jitu. Buktinya, permainan simple antar lini membuahkan hasil.

Kai Harvetz yang berdiri sendirian setelah mendapat umpan dari Mount berhasil mengecoh Ederson Moraes dan mencetak gol. Chelsea unggul 1-0 dari Manchester City.

Babak kedua, justru seolah momen itu terbalik. Manchester City mulai gerah dengan strategi yang kurang jalan.

Kapten Kevin de Bruyne keluar dengan menambah daya gedor oleh Gabriel Jesus. Fernandinho juga masuk menggantikan Ilkay Gundongan yang tak bermain maksimal. Ditambah Kun Aguero yang karirnya di City akan berakhir musim ini juga dimaninkan.

Sementara, Chelsea justru menarik Timo Wener menggantinya dengan Cristian Pulisic. Strategi memperkuat lini tengah kembali berlanjut dari Chelsea. Gelandang serang Mount ditarik keluar diganti dengan pemain yang lebih bertahan, yakni Mateo Kovacic.

Tampaknya Thomas Tuchel cukup puas dengan hasil awal ini. Serta ingin mengamankan posisi unggul sementara. (dri)

Pos terkait