Hari Batik Nasional dan Cerita Soeharto

Batik
Sejumlah anak di Banyuwangi belajar membatik di canting sewu Banyuwangi Batik Festival, Jumat (16/11/2018). (BP/Ndy)

Banyuwangi Pedia – Hari Batik Nasional diperingati setiap tanggal 02 Oktober. Pemilihan hari itu bukan tanpa alasan, karena juga sebagai pengingat Batik Indonesia diakui sebagai warisan budaya kemanusiaan lisan non bendawi oleh UNESCO pada 2009 di Abu Dhabi.

Sejarah awalnya, batik pertama kali dikenalkan oleh presiden ke 2 Republik Indonesia Soeharto saat menghadiri konferensi PBB. Soeharto juga sering menggunakan Batik sebagai cinderamata kepada tamu-tamu negara.

Bacaan Lainnya

Bentuk kecintaan Soeharto terhadap Batik nusantara ditandai dengan kerap dipakainya batik saat menghadiri acara konferensi PBB.

Dikutip dari YouTube Cerdas Berkarakter Kemendikbud RI, Batik berasal dari gabungan bahasa Jawa. Berasal dari kata ‘amba’ yang berarti kain lebar dan ‘tik’ yang berarti titik.

Jadi, kata batik bisa diartikan sebaiknya titik-titik yang digambar di atas sehelai kain menjadi pola-pola yang indah dan terkenal sampai sekarang.

Dari masa ke masa perkembangan batik selalu berubah. Biasanya dipengaruhi oleh lingkungan.

Batik dikenal sejak jaman dahulu kala saat masa kerajaan hingga masa kolonial sampai sekarang. Sehingga banyak batik yang memang menerapkan pakem sendiri-sendiri sesuai jamannya.

Ada sembilan jenis batik yang pernah ada. Misalnya, batik keraton. Ini tersirat dalam balutan batik khas keraton Jogjakarta dan Surakarta.

Saat masa kolonial, batik juga berevolusi mengikuti pengaruh Belanda yang membawa budaya eropa di seni batik di Indonesia.

Namun kini, batik semakin meluas hampir ke semua daerah. Meskipun, batik populis di kawasan warga bersuku Jawa. (***)