Hore, Banyuwangi Izinkan Sekolah Tatap Muka

  • Whatsapp

Banyuwangi Pedia -Dinas Pendidikan Banyuwangi memberi lampu hijau bagi sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka. Kondisi ini jelas menjadi angin segar dan sekaligus kabar gembira bagi siswa-siswi sekolah di semua tingkatan di Bumi Blambangan.

Saat ini, Banyuwangi masuk kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Meski demikian, kegiatan belajar harus tetap dalam kondisi terbatas.

Bacaan Lainnya

“Ini mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 Dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 Di Wilayah Jawa Dan Bali, Kabupaten Banyuwangi masuk dalam kategori Level 3 di mana Pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh,” kata Menurut Kepala Dinas Kependidikan Banyuwangi, Suratno, Kamis (12/8/2021).

Suratno menyebut, ketetapan bagi sekolah yang membuka pembelajaran tatap muka harus mengacu kondisi yang ada. Termasuk, jumlah siswa yang dapat mengikuti proses belajar di kelas.

“Bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen,” terangnya.

Pihaknya bersama Bupati Banyuwangi juga telah sepakat dengan Satgas Covid 19 akan hal ini. Karena keputusan ini juga telah sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri.

Satgas Covid 19 Banyuwangi sudah mengeluarkan Surat Edaran yang ditandatangani Bupati Banyuwangi kepada seluruh sekolah mulai Pendidikan dini hingga Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Banyuwangi untuk bisa mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan syarat harus memenuhi beberapa ketentuan yang tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri,” jelasnya.

Namun, kata Suratno, setiap sekolah harus menerapkan sejumlah ketentuan.

“Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan saat pembelajaran tatap muka diantaranya yakni penerapan protokol kesehatan ketat, pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan telah divaksinasi Covid-19,” pungkasnya. (BP/Ndy)

Pos terkait