Hore, Siswa Ini Akhirnya Bisa ketemu Gurunya

  • Whatsapp
Pembelajaran tatap muka di SDN 2 Tukang Kayu, Banyuwangi.
Para siswa mendapat materi pelajaran dari guru di sekolah SDN 2 Tukang Kayu di hari pertama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. (bp/ndy)

Banyuwangi Pedia – Pagi itu sebuah pemandangan berbeda dari biasanya tampak di sekolah SDN 2 Tukang Kayu, Banyuwangi. Anak-anak datang ke sekolah di antar orang tuanya menggunakan motor.

Tidak seperti biasa, mereka turun di depan sekolah. Tapi kini mereka harus masuk bersama orang tuanya menggunakan motor dan turun tepat di depan kelas masing-masing.

Bacaan Lainnya

Tak cukup di situ. Sebelum masuk ke halaman sekolah, orang tua dan siswa sudah dinanti para Satgas sekolah untuk melewati screening pemeriksaan suhu tubuh. Maklum, situasi masih dalam pandemi Covid 19.

Jika lolos, mereka bisa langsung menurunkan siswa-siswi di depan kelas. Di sini para siswa sudah ditunggu para guru kelasnya.

Sebelum masuk kelas, mereka diminta cuci tangan terlebih dulu sembari mengelap tangan dengan tisu setelahnya. Siswa kemudian bisa masuk ke kelas dan memulai pelajaran.

Hal yang tak biasa juga terjadi di sini. Karena, jumlah teman-teman siswa ternyata hanya setengahnya saja yang datang. Ternyata ini memang sengaja dan menjadi kepastian karena hanya 50 persen kuota siswa yang dapat mengikuti pelajaran.

Sisanya masih bisa ikut pelajaran tapi secara daring di rumah. Artinya, siswa juga belajar di hari dan waktu yang sama tapi di tempat yang berbeda.

Kebetulan, sekolah ini memberlakukan sistem pembelajaran hybrid dan blended learning. Yaitu menggabungkan pembelajaran langsung di sekolah dan belajar daring dari rumah.

Meski demikian, tampak dari raut wajah siswa ini terlihat ceria dan bahagia. Alasannya, bisa bertemu teman dan guru yang dirindukannya sejak lama. Karena sekolah ditutup akibat dampak pemberlakuan PPKM darurat dan beberapa level.

“Ya, lebih senang kalau belajar di luar atau di dalam kelas. Bisa bertemu guru dan teman. Karena kalau di rumah itu banyak gangguannya, kalau pas jaringan internet putus tidak bisa ikut,” ungkap Adila salah satu siswi kelas VI SDN Tukang Kayu, Senin (16/8/2021).

Meski dibuka, tapi setiap sekolah tetap wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat mulai memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk kelas dan menerapkan jaga jarak.
Selain itu, seluruh guru sekolah juga wajib sudah melakukan vaksinasi.

“Setiap sekolah juga menerapkan system drive thru untuk kedatangan dan saat siswa pulang untuk mengurangi terjadinya kerumunan. Pemberlakuan PTM ini juga telah mendapat ijin dari Satgas Covid 19 Banyuwangi,”

“Ya, setiap siswa dan guru harus kembali memulai menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada. Misal, siswa yang masuk saat ini, besok gantian dengan siswa yang saat ini daring di rumah,” kata Kepala Sekolah SDN 2 Tukang Kayu, Suci Nuryanti.

Menurut data Dinas Pendidikan Banyuwangi, sejauh ini telah berlangsung PTM di sejumlah sekolah baik SMP dan SD. Untuk SMP sudah ada 10 persen dan SD sekitar 30 persen dari jumlah sekolah yang ada di Banyuwangi. (BP/Ndy).

Pos terkait