Kades di Banyuwangi Smart, Menteri Tito Akui Gaptek

  • Whatsapp

Banyuwangi Pedia – Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian mengaku jika dirinya masih gagap teknologi. Hal itu disampaikan saat mengunjungi Kantor Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi.

Di tempat itu, banyak aplikasi dan program canggih dalam pelayanan publik berbasis Smart Kampung. Layanan di kantor desa ini semua menggunakan kecanggihan IT.

Bacaan Lainnya

“Terus terang saya kalah dari kepala desa. Jarinya sudah sangat fasih memencet aplikasi,” kata Tito saat menyaksikan langsung program Smart Kampung, Jumat (4/6/2021).

Sentuhan teknologi informasi dalam pelayanan publik ini tak terlepas dari gebrakan program yang digeber Banyuwangi sejak 2015 lalu. Sejauh ini ada 41 desa dari 189 desa di Banyuwangi yang menjalankan Smart Kampung.

“Dari sistem pelayanan, saya kaget. Di Kemendagri itu ada sistem Anjungan Dukcapil Mandiri yang mengurus catatan sipil. Tapi di desa di Banyuwangi saya melihat lebih kompleks lagi. Tidak hanya tentang catatan sipil, tapi bisa melayani banyak pelayanan. Bahkan ada puluhan layanan,” kata Tito.

Menteri Tito, mengakui jika Banyuwangi berhasil mengubah pola pikir dan kinerja SDM pemerintahan hingga tingkat desa. “Itu tidak mudah, kalau hanya mengubah bangunan mungkin dua bulan selesai. Kalau mengubah SDM, itu sulit,” jelas Tito. (dri)

Pos terkait