Kolaborasi Banyuwangi Dorong Sektor Petanian Meningkat

  • Whatsapp
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat melakukan kunjungan di lahan pertanian padi di Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi. (istimewa)
banner 468x60

Rogojampi – Pemkab Banyuwangi terus mendorong sektor pertanian agar terus meningkat. Salah satunya, mendukung upaya PT. Pupuk Kalimantan Timur mendongkrak produktivitas padi lewat program Agro Solution.

Program ini pun disambut baik oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Dia pun tertarik untuk berkolaborasi dengan Pupuk Kaltim untuk peningkatan kesejahteraan petani Banyuwangi.

“Agro Solution bisa menjadi solusi tepat untuk membantu mengatasi persoalan klasik petani di daerah. Mulai dari keterbatasan modal, hingga masalah pupuk. Kita bisa berkolaborasi untuk meningkatkan produktivitas tanaman, yang ujungnya nanti peningkatan kesejahteraan petani Banyuwangi,” kata Anas, Jumat (11/12/2020).

Agro Solution merupakan salah satu solusi kepada petani terhadap keterbatasan akses finansial, pasar, dan teknologi untuk peningkatan produktivitas pertaniannya.

Program ini memberikan pengawalan dari hulu hingga hilir kepada petani. Mulai dari benih, peralatan modern, pendampingan budidaya tanaman, permodalan, hingga akses terhadap asuransi dan offtaker (penjamin pembelian hasil panen). Program ini diinisiasi PT. Pupuk Kaltim yang merupakan anak usaha PT. Pupuk Indonesia (Persero).

“Kami melibatkan multi stakeholder, seperti perbankan, asuransi pertanian, hingga offtaker. Lewat program ini, kami berharap petani bisa lebih sejahtera seiring dengan peningkatan produktivitas pertanian yang dikawal dari hulu hingga hilir,” kata Direktur Utama PT. Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi saat menghadiri acara Panen Raya Padi Agro Solution di Desa Bubuk, Rogojampi.

Rahmad menambahkan, selain meningkatkan produktivitas pertanian, agro solution juga dapat mendorong petani agar lebih mandiri.

“Di sini petani diajak menggunakan pupuk non subsidi sehingga mereka tidak bergantung pada pupuk bersubsidi dari pemerintah yang jumlahnya juga semakin berkurang. Memang ada selisih biaya dibanding pupuk subsidi, namun jika dihitung petani lebih untung karena produktivitasnya meningkat,” kata Rahmad.

Rahmad lalu mencontohkan salah satu lahan padi yang menerapkan Agro Solution yang ada di Desa Bubuk Kecamatan Rogojampi.

“Dengan program agro solution, produktivitas padi di lahan ini terbukti meningkat. Dari yang awalnya hanya 6 ton per hektar, kini produktivitasnya meningkat jadi 9,6 ton per hektar dengan menggunakan pupuk non subsidi. Maka, saya mendorong agar semakin banyak petani yang bergabung dengan program ini,” kata Rahmad.

Rahmad menyebut, saat ini di Banyuwangi sudah ada 9 kecamatan yang menerapkan program Agro Solution dengan total luasan tanam padi mencapai 114 hektar. Yakni di Kecamatan Rogojampi, Singojuruh, Glagah, Kalipuro, Muncar, dan Genteng. Ada juga di Purwoharjo, Siliragung, dan Tegalsari.

“Saat ini kami bekerja sama dengan 146 petani di 9 kecamatan. Ke depan, kami siap memperluas program ini hingga ke seluruh kecamatan di Banyuwangi untuk mendogkrak kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas pertaniannya,” kata Rahmad. (bpe_1)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60