KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, Indonesia Hanya Miliki 5 Kapal Selam

  • Whatsapp

Salah satu kapal selam yang dimiliki TNI Angkatan Laut KRI Nanggala-402 telah hilang kontak sejak Rabu (21/4), di perairan Utara Bali.

Pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 terus dilakukan hingga hari ini, Sabtu (24/4). hal ini berakibat berkurangnya kekuatan armada tempur laut, sedangkan Indonesia hanya memiliki 5 kapal selam yaitu KRI Cakra 401, KRI Nanggala 402, KRI Nagapasa 403, KRI Ardadedali 404, dan KRI Alugoro 405.

Bacaan Lainnya

Berikut spesifikasi alusista lima kapal selam yang dimiliki Indonesia:

1. KRI Cakra Saudara Kembar KRI Nanggala

KRI Nanggala-402 adalah kapal selam kedua dalam jenis Cakra, jenis pertama adalah KRI Cakra-401 dan tertua. Nama KRI Cakra diambil dari nama senjata pewayangan.

KRI Nanggala-402 dan KRI Cakra-401 dibuat di Jerman Barat, dipesan pada tahun 1977 dan 1981. Tidak hanya itu, KRI Cakra-401 juga mulai bertugas bersama dengan KRI Nanggala (402).

Kedua kapal tersebut memiliki tipe yang sama yaitu 209/1300 – tipe kapal selam buatan HDW Jerman yang cukup banyak populasi di seluruh dunia. KRI Cakra memiliki berat selam 1,395 ton. Dengan dimensi 59,5 meter x 6,3 meter x 5,5 meter.

Ditenagai oleh mesin diesel elektrik, 4 diesel, 1 shaft menghasilkan 4,600 shp. Sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 21,5 knot. Diawaki oleh 34 pelaut. Kapal selam KRI Cakra-401 kini sedang dalam proses perawatan. KRI Cakra termasuk dalam armada pemukul TNI Angkatan Laut.

2. KRI Nanggala-402

Sama dengan KRI Cakra, KRI Nanggala-402 pun memiliki berat yang sama yaitu 1,395 ton dengan dimensi panjang 59,5 meter, lebar 6,3 meter, tinggi 5,5 meter. Kapal selam ini menggunakan 4 mesin diesel elektrik, dengan 1 shaft yang bisa menghasilkan 4.600 SHP sehingga sanggup berpacu di dalam air hingga kecepatan 21,5 knot.

KRI Nanggala-402 juga disebut mampu menyelam selama 3 bulan dengan kedalaman maksimal 250 meter di bawah permukaan laut. KRI Nanggala-402 juga dilengkapi dengan persenjataan berupa 14 buah torpedo berukuran 21 inci dalam 8 tabung, yang memiliki jarak tembak sejauh 2 mil serta sensor sonar jenis CSU-32 suite.

Kapal selam yang kerap dijuluki monster laut ini juga aktif mengikuti sejumlah misi, salah satunya latihan bersama US Navy dengan nama sandi Coorperation Afloat Readiness and Training/CARAT-8/02 pada 27 Mei – 3 Juni 2002 di perairan Laut Jawa, dan Selat Bali.

Sedangkan tiga kapal selam lainnya yaitu KRI Nagapasa, KRI Ardadedali, dan KRI Alugoro merupakan hasil kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan.

3. KRI Nagapasa-403

KRI Nagapasa-403 merupakan kapal selam kelas 209/1400 pertama dari tiga buah kapal selam sejenis yang dibangun di Korea Selatan dan Indonesia. Kapal perang milik TNI AL ini memiliki panjang 61,3 meter dengan kecepatan ± 21 knot di bawah air.

KRI Nagapasa 403 juga mampu berlayar lebih dari 50 hari dan menampung 40 kru untuk menunjang fungsi. Kapal selam ini juga dilengkapi dengan torpedo dengan fasilitas delapan buah tabung peluncur.

4. KRI Ardadedali

KRI Ardadedali juga diproduksi Daewoo Shipbulding and Marine Engineering Co, Ltd (DSME), Korea Selatan. Nama Ardadedali diambil dari salah satu nama senjata panah yang dimiliki oleh salah satu tokoh wayang di Mahabharata, Arjuna.

Kapal selam tersebut dilengkapi dengan torpedo yang mampu meluncurkan torpedo 533 milimeter dan memiliki peluru kendali antikapal permukaan, merupakan modernisasi armada kapal selam TNI AL. Kapal ini juga memiliki panjang 61,3 meter, diameter 6,2 M, dengan draft 5,7 M, kapal ini mampu menampung 40 kru kapal.

Ardadedali juga memiliki kecepatan mencapai 21 knot di bawah air dan 12 knot di permukaan, tidak hanya itu kapal tersebut juga mampu berlayar lebih dari 50 hari untuk menunjang fungsi operasi. Kapal selam ini memiliki empat mesin diesel MTU 12V493 yang mendukung jarak jelajah mencapai 18.520 kilometer.

5. KRI Alugoro 405

KRI Alugoro 405 baru saja diresmikan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, pada Rabu, 17 Maret 2021. Kapal selam tersebut merupakan kapal ketiga dari 12 kapal selam yang dipesan TNI AL.

Pada pengerjaan awalnya dilakukan kerjasama antara PT PAL Indonesia dengan Pemerintah Korea Selatan melalui Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co.Ltd (DSME) dengan proses Transfer of Technology (TOT). Nantinya kapal tersebut akan dioperasikan Komando Armada II (Koarmada) II.

Keberadaan kapal selam ketiga yang diberi nama Alugoro-405 itu dibangun pada 2017. Kapal selam ketiga yang bernama KRI Alugoro 405 memiliki perbedaan dengan dua kapal selam sebelumnya, salah satunya adalah teknologi baru dan canggih yakni mampu mengatasi peperangan di bawah permukaan laut.

Selain itu, memiliki spesifikasi jenis “Diesel Electric Submarine U209/1400” (KSDE U209 Chang Bogo Class), dan memiliki panjang keseluruhan 61,3 meter dengan kecepatan mencapai 21 knot ketika berada di bawah air.

Kapal selam tersebut, juga memiliki kemampuan jelajah hingga 50 hari dan di desain dengan “life time” atau usia mencapai 30 tahun, dan mampu membawa 40 kru. Bobot kapal selam adalah sebesar 1.460 ton saat muncul di permukaan, dan bobot 1.596 ton ketika menyelam dibawah permukaan.

Terkait nama Alugoro 405, diambil dari cerita pewayangan yang merupakan salah satu senjata berbentuk Gada dimiliki Prabu Baladewa yang merupakan tokoh wayang yang dikenal adil, tegas dan jujur. Senjata Alugoro yang dimiliki Baladewa merupakan hadiah dari gurunya Batara Brama yang mengajarkan berbagai macam ilmu.

Senjata ini diberikan Batara Brama kepada Baladewa setelah dinyatakan lulus menuntut ilmu, di mana senjata ini memiliki kekuatan pemusnah berbentuk Gada dengan kedua ujungnya yang runcing. (qim)

 

Pos terkait