Kunker ke Banyuwangi, Komisi X DPR RI Tertarik Pengembangan Desa Wisata

  • Whatsapp

Banyuwangi Pedia – Rombongan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat RI mengunjungi Kabupaten Banyuwangi. Dalam lawatannya itu, para anggota dewan ini mengaku tertarik dengan pengembangan desa wisata di Banyuwangi.

Tak ayal, seluruh rombongan turut pelesir ke sejumlah destinasi wisata untuk membuktikannya. Salah satunya datang langsung ke Desa Kemiren, Kecamatan Glagah Banyuwangi. Tak hanya itu, mereka juga tampak serius melakukan tanya jawab dengan para pelaku wisata.

Bacaan Lainnya

“Desa Wisata merupakan salah satu program unggulan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menjadi mitra dari Komisi X. Untuk itu kami tengah mencari masukan dan saran sebanyak-banyaknya langsung dari para pelaku wisata di daerah tentang apa saja yang perlu dilakukan,” kata Muhammad Nur Purnamasidi, yang juga sebagai ketua rombongan, Sabtu (5/6/2021).

Nur menyebut, kemandirian warga Kemiren dalam melestarikan adat dan budaya cukup kental. Mereka cukup baik menjaga keseimbangan budaya di tengah gempuran era modernisasi.

“Menurut kami, masyarakat Kemiren memiliki kesadaran untuk mengembangkan desanya menjadi destinasi wisata karena menyuguhkan lokalitasnya. Dan ini dikemas menarik sehingga mampu menarik wisatawan. Tak hanya itu, keramahan warganya dalam menyambut wisatawan juga bagus,” kata M. Nur.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi niat baik para anggota dewan yang terhormat ke daerahnya.

“Ini sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi kami karena secara tidak langsung turut dilibatkan dalam pengembangan desa wisata nasional,” ujar Ipuk.

Ipuk berharap ke depan bisa mendukung ekowisata yang selama ini menjadi dasar pengembangan pariwisata di Banyuwangi.

“Pandemi ini secara tidak langsung membuat kita semua beralih pada wisata alam. Banyuwangi sendiri terus berbenah dan menyiapkan diri untuk menerima wisatawan namun dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” pungkas Ipuk.

Desa Kemiren adalah Desa Wisata yang telah mendapatkan sertifikasi Desa Pariwisata Berkelanjutan dari Kemenparekraf dan Lembaga Sertifikasi Produk – Indonesia Sustainable Tourism Council (LS-Pro-ISTC) pada 2020 lalu. (dri)

Pos terkait