Mengenal Kecanggihan MV Swift Rescue

  • Whatsapp
MV Swift Rescue
190706-N-NI298-0076 CHANGI NAVAL BASE, Singapore (July 6, 2019) Operations Specialist 2nd Class Eric Del Rio, assigned to the Independence-variant littoral combat ship USS Montgomery (LCS 8), stands forward lookout as Montgomery arrives in Singapore for a rotational deployment. Montgomery’s arrival in Singapore marks the fourth deployment of littoral combat ships to Southeast Asia. Fast, agile and networked surface combatants, LCS are optimized for operating in the near-shore environments. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Tristin Barth)

MV Swift Rescue merupakan jenis Submarine Support and Rescue Vessel (SSRV), kapal milik Pemerintah Singapura yang berhasil menemukan titik dan melakukan pengambilan gambar bawah laut KRI Naggala 402 yang yang dinyatakan subsunk (tengglam) pada kedalaman 850 meter dibawah permukaan laut. Kapal yang di operasikan oleh Angkatan Laut Singapura tersebut juga berhasil mengambil bukti otentik berupa jaket pelampung yang telah hancur dari reruntuhan KRI Nanggala 402.

Dikutip dari laman Kementerian Pertahanan Singapura, MV Swift Rescue memiliki panjang 85 meter, lebar 18 meter, berat 4.300 ton, dan mampu mengangkut 27 kru. Kapal MV Swift Rescue produksi oleh ST Marine atau anak perusahaan dari Singapore Technologies (ST Engineering). Republic of Singapore Navy (RSN) resmi mengoperasikan kapal tersebut pada November 2008, kapal yang memiliki beragam teknologi canggih ini mempu mendeteksi benda bawah laut hingga peralatan canggih tambahan berupa piranti sistem Remotely Operated Vehicle (ROV).

Bacaan Lainnya

Melansir dari The Straits Times, MV Swift Rescue dilengkapi dengan kecanggihan Submarine Escape and Rescue (SMER). Untuk sistem penyelamatannya mencakup Submarine Rescue Vehicle (SRV) serta Submarine Support and Rescue Vessel (SSRV). SRV terintegrasi dengan SSRV dan akan diangkut ke lokasi kapal selam yang mengalami tekanan. MV Swift Rescue memiliki kecepatan maksimal 12 knot dan dapat beroperasi di laut terus-menerus hingga 28 hari.

Salah satu kecanggihan andalan dari kapal ini adalah adanya kapal selam Deep Search and Rescue Six (DSAR 6). DSAR 6 sendiri mampu terjun ke kedalaman air, menempelkan tubuhnya ke kapal selam yang rusak, menyelamatkan penumpang dan membawa mereka kembali ke kapal. Kapal ini juga dilengkapi dengan ruang kompresi ulang yang membantu mencegah dan mengobati penyakit dekompresi, bangsal ketergantungan tinggi delapan tempat tidur, dan ruang pemulihan dengan ketersediaan 10 tempat tidur.

Kapal selam DSAR 6 pada MV Swift Rescue dioperatori oleh dua anggota awak. DSAR 6 dapat menampung maksimal 17 awak. Kapal selam DSAR 6 memiliki panjang 9,6 m dan mampu mencapai kedalaman 500m untuk menyelamatkan kapal selam.

Sistem ROV di atas Swift Rescue juga bisa membantu kru untuk menemukan dan melihat lokasi pasti dari kapal selam yang karam (DISSUB) dan membersihkan puing-puing di sekitar DISSUB. MV Swift Rescue dipasang derek dek dengan beban 3 ton tipe SWL. Kapal itu memiliki dua perahu penyelamat tertutup yang bisa diisi 50 orang dan juga dilengkapi kapal penyelamat cepat.

dapur pacu MV Swift Rescue terdiri dari dua mesin diesel MAN 2040 kW, tiga generator diesel Caterpillar 1.360kW, dua baling-baling nosel CPP Kort, serta generator darurat 95kW. Sistem propulsi juga mengintegrasikan dua pendorong busur terowongan 1.000kW dan dua pendorong buritan 420 kW untuk kemampuan manuver yang tinggi.

Untuk memiliki kapal canggih tersebut singapur mengeluarkan dana sebesar US$ 400 juta atau sebesar Rp.5,8 triliun. MV Swift Rescue mampu melaksanakan misi penyelamatan pada kondisi Sea State 5.

Pos terkait