Mesin Two In One Buatan Poliwangi

Banyuwangi Pedia – Dosen Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) berhasil membuat mesin pengayak dan pengaduk serbuk kayu untuk industri baglog jamur. Pembuatan mesin ini guna meringankan beban pekerjaan saat memisahkan serbuk kayu dengan sisa potongan kayu yang dapat merusak baglog jamur.

Selain itu, mesin yang dibuat juga membantu proses pengadukan serbuk kayu yang sudah dicampur bahan tambahan lain seperti air. Mesin pengaduk yang dibuat dapat mempercepat pekerjaan dan lebih efisien karena mesin yang dibuat memiliki kapasitas 100 kg per jam.

Bacaan Lainnya

Kelebihan lain mesin yang dibuat dosen Poliwangi ini dapat digunakan dalam satu kali waktu pengerjaan baik proses pengayakan atau pengadukan sekaligus.

Pembuatan mesin two in one ini adalah bentuk penerapan program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan oleh dosen Poliwangi di antaranya Akhmad Afandi, Anggra Fiveriati dan Anis Usfah Prastujati dibantu 2 mahasiswa Poliwangi.

Mesin buatan tim PKM Poliwangi ini selanjutnya ditransfer kepada mitra untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan mengenai penggunaan, perawatan dan proses pembuatan baglog jamur. Salah satunya milik Zahrul Wafa di Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo.

mengenai kegunaan dari mesin yang memiliki double function ini, yaitu dapat digunakan untuk mengayak serta mengaduk serbuk kayu, dimana mesin ini memiliki kemampuan yaitu dapat mengayak dan mengaduk serbuk kayu dengan kapasitas 100 kg per jam,” Terang Akhmad Afandi.

Para dosen ini juga memberikan sosialisasi tentang proses pemisahan antara serbuk kayu halus dengan sisa potongan dari kayu yang dapat merusak baglog. Selain itu, juga pada saat proses pencampuran serbuk kayu yang sudah diayak dengan bahan tambahan agar dapat tercampur secara lebih merata.

“Selama mesin dioperasikan serta dapat mempermudah dan mempercepat proses pengayakan dan pengadukan dan mesin juga dapat bekerja secara optimal,”

Sementara itu, Zahrul Wafa mengaku senang atas karya dosen Poliwangi ini.

“Terima kasih kepada tim Poliwangi yang sudah menghibahkan mesin pengayak dan pengaduk ini dengan tujuan mempermudah pekerjaan saya. Karena sebelum adanya mesin ini saya melakukan secara manual,” jelas Zahrul. (***)