Naik Kereta Api Lokal, Calon Penumpang Dilarang Berbicara

  • Whatsapp
Kereta Api
Kereta Api Pandanwangi relasi Banyuwangi - Jember beroperasi kembali. (BP/ Ndy)

Banyuwangi Pedia – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional 9 Jember melakukan penyesuaian pelayanan KA khususnya kereta lokal di tengah pandemi Covid 19. Ada syarat bagi calon penumpang yang akan naik kereta api. Salah satunya dilarang berbicara satu arah maupun melalui telepon di sepanjang perjalanan.

Syarat lainnya, calon penumpang wajib sudah divaksin minimal dosis pertama. Bukti vaksinasi Covid-19 tersebut akan dicek oleh petugas melalui layar komputer petugas boarding sebelum naik kereta.

Bacaan Lainnya

Data vaksinasi akan otomatis muncul pada layar komputer petugas boarding, karena KAI telah mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding dan mewajibkan calon pelanggan menyertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada saat pembelian atau pemesanan tiket KA Lokal.

“Jika data tidak muncul pada layar komputer petugas, maka pemeriksaan akan dilakukan secara manual dengan menunjukkan kartu vaksin calon pelanggan,” kata Vice President PT KAI Daop 9 Jember, Broer Rizal, Rabu (22/9/2021).

Selain itu, kata Broer, pihak PT. KAI juga berpesan agar setiap calon penumpang harus menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya, pelanggan diminta untuk memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, menghindari makan bersama, dan menggunakan hand sanitizer.

“Pelanggan harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius. Pelanggan diwajibkan untuk menggunakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut. Pelanggan juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan,” katanya.

Broer juga menyebutkan, adanya larangan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan bagi perjalanan yang kurang dari 2 jam. Terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.

“Syarat naik KA Lokal, mulai 14 September pelanggan diharuskan untuk sudah divaksin minimal dosis pertama. Untuk dokumen STRP, Surat Tugas, atau surat keterangan lainnya sudah tidak lagi menjadi syarat untuk naik KA Lokal,” ujarnya.

Sementara itu, Broer menjelaskan
Bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Selain itu, pelanggan dengan usia di bawah 12 tahun masih tidak diperkenankan melakukan perjalanan dengan Kereta Api.

“Layanan Kereta Api tetap hadir untuk membantu mobilitas masyarakat yang tetap harus bepergian di masa pandemi Covid-19. KAI selalu mendukung dan mematuhi seluruh kebijakan pemerintah dalam hal penanganan Covid-19 pada moda transportasi kereta api,” pungkas Broer.

Sejumlah KA lokal yang akan melakukan operasi kembali di antaranya KA Pandanwangi relasi Banyuwangi – Jember dua kali PP dan Kereta Komuter relasi Pasuruan – Surabaya Kota tiga kali PP.

“Tentunya syarat dan ketentuan saat akan naik KA harus dipenuhi, sesuai dengan SE kemenhub No. 69 Tahun 2021,” pungkasnya. (rin)