Pengerajin Bunga Tiruan yang Terbuat dari Kulit Jagung Ramah Lingkungan

Banyuwangi Pedia – Pandemi Covid-19 di Indonesia masih terjadi, bahkan mungkin juga dibeberapa negara di dunia ini. Kabar baiknya, di Indonesia sendiri kasusnya sudah mengalami penurunan untuk penderita, dan mengalami peningkatan pada tingkat kesembuhan penderitanya sendiri. Hal ini menjadi angin segar untuk pemerintah Indonesia juga masyarakatnya sendiri.

Namun, harus diingat yakni konsistensi dalam penerapan protokol kesehatan sendiri di negara Indonesia. Jangan dikarenakan sudah mulai berangsur membaik, lalu menjadi alasan untuk abai terhadap protokol kesehatan. Namun, dengan adanya angin segar tak lantas membuat perekonomian negara Indonesia langsung membaik seketika. Melainkan melalui tahapan, seperti halnya beberapa masyarakat yang kehilangan pekerjaannya selama pandemi berlangsung.

Baca JugaPameran Lukis Skala Nasional ArtOs di Banyuwangi

Tak sedikit dari mereka yang banting setir ke usaha yang lain. Seperti halnya salah seorang Ibu rumah tangga yang berada di Dusun Maduran, Desa Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yakni Eka Yuliastuti. Dahulunya Eka membuka warung jajanan anak sekolahan, namun seiring adanya pandemi dan mengharuskan sekolah bersifat online usahanya mengalami penurunan yang drastis, sehingga ia harus menutup warungnya dan berpindah usaha makanan online.

Beberapa bulan dirasanya usahanya berjalan dengan lancar, namun untuk bulan-bulan selanjutnya mengalami kendala. Mulai naik turunnya harga bahan, menurunnya tingkat konsumtif dari setiap konsumennya, dan ditambah lagi dikarenakan terdapat kabar mengenai penularan virus dari makanan. Hal ini sangat berimbas terhadap usaha yang dijalani oleh Eka.

Tak ingin berhenti dan berserah diri pada keadaan, Eka menemukan inspirasi dari kulit jagung. Eka yang setiap harinya memasak di dapur tak sengaja memiliki pemikiran tentang bagaimana caranya untuk mendapatkan uang dengan bahan sisa dapur yang selalu ia buang. Eka mencari inspirasi dari YouTube, dan menemukan inspirasi yakni dengan membuat kulit jagung menjadi bunga-bunga. Berbekal tutorial tersebut menjadi peluang bisnis yang menjanjikan untuk Eka.

Saat ini Eka sudah berhasil membuat berbagai macam bunga tiruan seperti bunga anggrek, bunga mawar, bunga sepatu juga ada. Melihat hasil yang dibuat oleh Ibunya, tak lantas anaknya yang memilki inisiatif untuk memposting hasil kreatifitas buatan ibunya ke media sosialnya, seperti halnya WhatsApp dan Instagram. Dari postingan, banyak penawaran harga serta pesanan yang datang.

Begitu banyak hiasan bunga plastik yang ada di pasaran, namun hiasan bunga yang terbuat dari kulit jagung juga tak kalah indah dan juga merupakan hal yang unik serta ramah lingkungan. Dikarenakan telah memanfaatkan barang yang tidak berguna menjadi barang yang bernilai tinggi. (***)