Persewangi Vs Hangtuah FC Berakhir Tawuran

Banyuwangi Pedia – Tawuran antara pemain dan pengadil lapangan alias wasit terjadi di turnamen sepakbola kelompok usia 40-45 di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. Dalam laga itu pertandingan antara Persewangi Allstar Vs Hanngtuah FC.

Pemandangan tak layak ditiru itu pecah saat salah satu tim dalam pertandingan menilai wasit berat sebelah.

Bacaan Lainnya

“Banyak keputusan wasit yang merugikan tim, misalnya kejadian penalti yang seharusnya diperoleh tim kami justru hanya diberikan tendangan bebas,”

“Kemudian, tendangan bebas jelas masuk ke gawang malah dinilai offside. Ini aneh, katanya pemain kami ada yang bergerak jadi offside. Kami ini orang tua bukan tidak tau aturan,” kata Gus Mad salah seorang official tim Hangtuah FC, Senin (18/10/2021).

Pertandingan di laga ini layak dilabeli bad game alias pertandingan sangat tak pantas. Karena, kedua tim bukanlah tim yang baru dalam dunia sepakbola.

Mereka sudah kenyang asam garam dalam permainan si kulit bundar. Tapi aksi mereka sungguh tak layak mencerminkan figur yang pengalaman.

Termasuk, pengadil lapangan yang memimpin pertandingan. Mereka adalah para wasit pengalaman yang bertugas di berbagai ajang kompetisi di Kabupaten Banyuwangi.

Namun nyatanya, pengalaman tak menjadi bahan acuan dalam sebuah pertandingan ke pertandingan. Justru membuat pemicu ricuhnya dan merusak nilai sportivitas.

“Saya kenal wasit yang memimpin pada pertandingan ini adalah Dodik. Dia sudah pengalaman, saya pernah bekerja bersama saat di Liga Pendidikan Indonesia (LPI),” imbuhnya.

Lebih dari itu, lawan yang dihadapi Hangtuah FC merupakan barisan para mantan pemain Persewangi yang malang melintang di jamannya. Sedikit banyak, mereka tau peraturan dan mengerti arti sebuah nilai sportivitas.

“Ya mereka mantan-mantan Persewangi, tapi gak begitu kalau memang wasit memihak ke mereka hanya karena kalah dari Hangtuah FC,” katanya.

Namun sebaliknya, Hangtuah FC yang merupakan tim semenjana lebih layak harus banyak belajar. Belajar bersabar, karena kerusuhan bukan sebuah cara dalam mengakhiri pertandingan.

Pada pertandingan ini Persewangi Allstar memimpin dengan 2 gol berbalas 1 gol dari Hangtuah FC. Namun, pertandingan harus dihentikan karena kerusuhan meski permainan masih menyisakan menit hingga akhir. (BP/Ndy)