Poliwangi Olah Tongkol Jagung jadi Pakan Ternak Alternatif

Poliwangi
Dosen Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) membuat inovasi baru pakan ternak alternatif dari limbah jagung untuk peternak kambing masa kini.

Banyuwangi Pedia – Dosen Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) membuat inovasi baru untuk peternak kambing masa kini mengenai pakan alternatif dari limbah jagung pendamping dedaunan hijau (ramban). Pembuatan pakan ini berawal dari keluhan peternak kambing yang harus setiap hari mencari pakan hijauan.

Pemilihan pakan itu juga dinilai kurang efektif dari segi waktu. Karena, mencari pakan ini membutuhkan proses hingga berjam-jam setiap hari.

Bacaan Lainnya

Peternak skala besar dan kecil juga merasakan kendala lain yaitu susah untuk mendapat daun segar. Terlebih keberadaan dan jumlah pakan mulai berkurang seiring perkembangan peternak kambing saat ini.

Selain itu, pakan kambing berupa dedaunan hijau cepat mengalami kerusakan dan tidak tahan lama. Maka dari itu peternak harus meluangkan waktu dan tenaga lebih setiap hari.

Melihat kondisi itu, beberapa dosen yang tergabung dalam tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di antaranya Anggra Fiveriati (Dosen Teknik Mesin), Anis Usfah (Dosen TPHT) dan Abdul Rohman (Dosen Teknik Mesin) ini membuat pakan alternatif. Caranya,  memanfaatkan limbah tanaman jagung yaitu tongkol jagung.

Selama ini, tongkol jagung sering kali diabaikan keberadaannya oleh masyarakat. Namun di tangan para dosen, tongkol jagung ternyata dapat bermanfaat sebagai pakan alternatif untuk kambing.

Prosesnya, tongkol jagung kering dihaluskan hingga menjadi butiran halus menggunakan mesin penggilingan. Selanjutnya, butiran tongkol jagung ditambahkan brandpolar, limbah kulit kopi, konsentrat, air bersih dan EM4.

“Bahan baku utama tongkol jagung dipilih karena memiliki kandungan protein dan serat yang cukup baik. Selain itu, tongkol jagung juga mudah didapat disekitar peternak,” ungkap Anis Usfah, Senin (11/10/2021).

“Pakan ternak ini dapat disimpan dalam jangka kurang lebih selama 4 minggu dan dapat diberikan kepada kambing peliharaan dua kali sehari sebanyak 2-3 kg per ekor,” katanya.

Poliwangi
Para dosen Poliwangi mempraktikkan alat penggiling dan membuat pakan ternak alternatif dari tongkol jagung untuk kambing. (BP/Ndy)

Selain itu, para dosen ini juga mendesain mesin khusus untuk penggilingan tongkol jagung. Mereka kemudian menyerahkan mesin ini ke mitra peternak di Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi.

“Sebelum ditransfer ke mitra, pakan ternak dan mesin penggilingan sudah dilakukan uji coba dan dinyatakan layak dalam membantu peternak kambing. Kita juga lakukan pelatihan dan pendampingan kepada mitra,” katanya.

Sementara itu, inovasi dosen Poliwangi ini mendapat apresiasi dari para peternak. Menurutnya kegiatan ini dapat membantu peternak dalam pembuatan alternatif pakan. Para peternak merasa terbantu karena adanya pengenalan pakan alternatif dan murah meriah.

“Akhirnya sekarang tidak terlalu bingung mencari pakan ternak ramban lagi dan senang dengan pelatihan juga pendampingan terkait pembuatan pakan ternak, karena sangat membantu kami sebagai peternak kambing saat ini,” jelas Paidik. (***)