Susu Kambing Mudah Rusak, Poliwangi Punya Solusi

Poliwangi
Tim pengabdian masyarakat Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) menyerahkan sebuah alat untuk sterilisasi susu kambing etawa di Lingkungan Secang, Kelurahan/ Kecamatan Kalipuro. (***)

Banyuwangi Pedia – Sejumlah peternak kambing perah Etawa di Kecamatan Kalipuro kerap mengeluh susu kambingnya mudah rusak. Susu hasil perah kambingnya itu tidak tahan lama, mudah terkontaminasi udara, hingga menyebabkan perkembangan bakteri makin besar. Tapi, jangan khawatir para dosen Poliwangi (Politeknik Negeri Banyuwangi) punya solusi.

Para Dosen Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Ternak Politeknik Negeri Banyuwangi memberikan solusi lewat Program Pengabdian Kepada Masyarakat. Tim ini diketuai oleh Sefri Ton, Nadia Maharani dan Danang SWPJ Widakdo, sebagai anggota. Dalam kegiatan itu, mereka dibantu oleh beberapa mahasiswa dari Program Studi Teknologi hasil Ternak.

Bacaan Lainnya

Salah satu solusi yang ditawarkan oleh tim adalah sterilisasi susu dengan teknik ozonisasi UV. Teknologi ozon yaitu memproduksi ozon dengan menggunakan oksigen yang ada secara alami di udara.

Teknologi ini dikenal dapat membunuh mikroorganisme seperti bakteri dan virus. Ozon dengan kemampuan oksidasinya dapat membunuh berbagai macam mikrorganisme seperti bakteri Escherichia coli, Salmonella enteriditis, serta berbagai bakteri pathogen lainnya. Teknologi ini sangat cocok untuk diterapkan pada produk susu,” jelas Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Banyuwangi, Sefri Ton, Sabtu (2/10/2021).

Alat ini bekerja melakukan sterilisasi produk susu. Bahkan, alat tersebut telah berhasil diujicobakan dan diserahkan kepada masyarakat.

“Alat ini sudah dapat dipakai setiap hari. Alat ini sangat membantu mengingat sebelumnya harus melakukan pasteurisasi setiap pagi dan sore hari,” katanya.

Produk ini, lanjut Sefri, sebelum diberi perasa terlebih dahulu dipasteurisasi. Pasteurisasi ini dilakukan oleh beberapa pekerja yang juga ibu-ibu rumah tangga di sekitar lokasi usaha.

“Pasteurisasi ini tentunya untuk membunuh bakteri, namun nutrisi dalam susu pasti terjadi penurunan mutu. Proses pasteurisasi juga membutuhkan beberapa waktu. Susu yang sudah dipasterurisasi akan disimpan pada freezer,” ungkapnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Abdul Aziz sebagai pemilik UD Karya Etawa Farm. Menurutnya, teknologi ini sangat mudah dalam penerapan dan juga hemat waktu.

“Susu yang sudah diperah langsung bisa distrerilisasi tanpa harus menyimpan atau menungggu lama,” ungkap Abdul Azis.

Sebenarnya, Azis menyebut, susu kambing banyak peminatnya. Baik dari luar kota maupun dalam kota Banyuwangi.

“Ada banyak pesanan dari luar kota ditujukan ke Jogjakarta. Penjualan wilayah Banyuwangi biasanya ke toko jamu atau pembeli datang dan membeli di lokasi usaha,” ungkapnya.

Selain itu, peternak sering mendapati masalah lain yang dihadapi. Misalnya banyak pembeli yang tidak suka dengan bau dari susu kambing tersebut.

“Biasanya pembeli tidak suka dengan bau prengus susu kambing, sehingga disiasati dengan memberi rasa-rasa pada produk,” terangnya.

Susu kambing Etawa merupakan sebutan untuk susu yang dihasilkan dari jenis kambing peranakan Etawa (PE). Susu ini dipercaya masyarakat akan kandungan gizi dan khasiatnya.

Bahkan situasi pandemic Covid-19 seperti sekarang ini disarankan untuk mengkonsumsi susu kambing. Hal ini dianjurkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) demi menjaga imunitas tubuh dengan mengkonsumsi nutrisi yang cukup.

Nutrisi seperti protein, vitamin dan mineral yang tinggi terkandung dalam susu kambing. Manfaat mengkonsumsi susu kambing dapat menjaga keseimbangan proses metabolisme, membantu pembentukan sel-sel darah dan jaringan tubuh dan mengontrol kolesterol dalam darah.

Orang yang mengkonsumsi susu kambing juga sangat mendukung dalam pertumbuhan tulang dan gigi. Memperlambat osteoporosis atau kerapuhan tulang, membantu menyembuhkan penyakit TBC. (***)