Teruslah Berjuang Di Saat Pandemi

Pandemi
Foto team spirit pixabay.com

Banyuwangi Pedia – Satu tahun lebih pandemi covid-19 melanda negeri Indonesia tercinta, bahkan hampir semua negara-negara lain di dunia ini juga mengalami hal yang serupa. Merasakan keadaan yang sangat tidak terduga sebelumnya, pandemi melanda dengan membawa sejuta cerita.

Banyak cerita yang dibawanya mulai dari suka dan duka, tangis dan tawa yang menghiasi hari-hari. Saat sebagian besar manusia berjuang untuk dapat sembuh dari virus ini, di sisi yang lain ada pula manusia yang juga berjuang untuk dapat membantu manusia lain tetap bertahan hidup.

Bacaan Lainnya

Uluran tangan di saat seperti ini sangatlah berharga, tidak pandang besar atau kecil nominal pemberian, rasanya apapun sudah tidak dapat dinilai dengan hanya materi belaka. Memang saat pandemi sangatlah mempengaruhi sektor ekonomi manusia di dunia ini, namun tidak dapat dipungkiri pula bahwa mental juga sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.

Begitu banyak hal yang datang dan pergi meninggalkan ceritanya yang membekas di hati dan pikiran, yang tidak mungkin dapat dilupakan begitu saja seperti angin berlalu.
Memaksakan diri untuk tetap baik-baik saja di tengah masa-masa yang sangat sulit dilewati, yang ada hanya pilihan terus berjuang melanjutkan kehidupan atau juga memilih untuk menyerah dan menerima keadaan.

Hanya dua pilihan tersebut selalu terngiang-ngiang di dalam pikiran. Saat memilih berjuang, begitu banyak rintangan yang melintang, dan untuk memilih menyerahpun hanya untuk manusia lemah yang berserah pada keadaan tanpa disertai perjuangan dan juga pengorbanan.

Dengan adanya pembatasan mobilitas di kala pandemi ini, bukan hanya soal materi yang terhambat melainkan juga masalah kebebasan. Hal ini sangat dirasakan oleh kalangan remaja atau generasi milenial, ruang gerak mereka terbatas, sekolah bahkan kuliah secara daring berimbas kepada pribadi mereka yang kurang sosialisasi jadi garing.

Mereka lupa cara berkenalan dengan teman sekelas, lupa akan keseruan menjadi peserta didik baru, mahasiswa baru, bahkan mereka menjadi generasi yang serba online. Asal jangan sampai dia online tapi ga balas-balas chat yaaa, hehehe….

Namun satu hal yang dapat dibanggakan saat ini teruntuk para generasi milenial adalah manusia-manusia kuat. Manusia-manusia yang masih bertahan dan memilih untuk berdamai dengan keadaan yang sangat sulit untuk dilewatkan.

Semua dapat melewati ini dengan tetap berusaha, tidak sedikit para milenial berpasrah ekonomi keluarganya merosot karena efek PPKM. Mereka yang awalnya sangat konsumtif berputar balik menjadi produktif untuk dapat tetap bertahan, mendapatkan penghasilan untuk tetap bertahan hidup. Jadi, tetaplah berjuang, tetaplah semangat, meskipun keadaan yang sangat terhambat. (***)