Wisata Banyuwangi di Jopuro Kampung Sidat

wisata banyuwangi
Pengunjung berada di kolam pemandian sambil menyaksikan pertunjukan tari gandrung di kampung tradisi dan adat (sidat) Jopuro di Taman Suruh, Kecamatan Glagah Minggu (26/1/2020). Wisata Banyuwangi ini dikelola oleh warga menewarkan wahana pemandian dan pertunjukan kesenian tradisional. (BP/Buch)

Banyuwangi Pedia – Destinnasi wisata Banyuwangi yang satu ini berada di Desa Karanganyar, Kecamatan Glagah. Daerah ini disebut juga Kampung Adat Jopuro.

Namun kini, daerah ini justru semakin berkembang melalui wisatanya. Salah satu daya tarik wisatawan yang datang karena adanya wisata Kampung Sidat.

Bacaan Lainnya

Beberapa tahun belakangan, gagasan dari TNI Angkatan Laut mengangkat daerah ini sebagai Kampung Sidat. Karena memang salah satu lokasi wisata desa ini terdapat pengembangan ikan sidat.

Baca juga : Tiga Destinasi Wisata Alam Unggulan Banyuwangi

Daerah ini termasuk di dataran tinggi lereng Gunung Ijen. Sehingga tak salah sumber mata air cukup jernih dan mengalir terus menerus dan cocok untuk budidaya Sidat. Mata air itu bernama Sumber Kajar.

Suasana sejuk dan asri menambah wisatawan ingin berlama-lama di tempat ini. Selain pemandangan, wisatawan juga dapat merassakan sensasi bermain air di sumbernya langsung.

Terdapat kubangan mirip tempat mandi yang luas berair jernih yang memanjakan. Dikelilingi dedaunan hijau menambah keelokan tempat ini.

Usai asyik menikmati sensasi wisata, pengunjung juga dapat merasakan kuliner asli warganya. Jika beruntung, wisatawan juga dapat mencicipi sensasi makan ikan sidat langsung dari tempatnya.

Warga di desa ini masih memegang erat budaya dan adat istiadatnya. Bahkan pada momen tertentu mereka tetap melaksanakan salah satu ritual adat dan budaya demi melestarikannya.

Jopuro diambil dari kata Dusun Rejopuro namun warga sering menyebut Jopuro. Warga yang menghuni dusun ini rata-rata murni suku Osing.

Kampung Adat Jopuro menggambarkan destinasi wisata yang menggambarkan sisi lain wisata Banyuwangi. Sentuhan modern berpadu dengan nilai tradisional warga setempat. Berkunjung ke tempat ini, pasti tidak akan rugi.
(BP/Ndy)