Wisata Banyuwangi Ini Mirip Ubud di Bali

wisata banyuwangi
Wisata Sendang Seruni di Desa Tamansari, Kecamatan Licin adalah salah satu destinasi wisata di desa ini. Destinasi wisata ini merupakan pemandian dengan sumber mata air alami dan konservasi bambu ini menjadi salah satu unggulan wisata Banyuwangi.

Banyuwangi Pedia – Suasana Desa Tamansari yang sejuk karena terletak di kaki Gunung Ijen, membuat tempat ini menyimpan keindahan alam yang luar biasa. Tak ayal desa ini menjadi destinasi wisata Banyuwangi yang banyak dikunjungi.

Salah satu destinasi wisata yang kini menjadi primadona yaitu wisata Sendang Serui. Wisata ini merupakan pemandian dengan sumber mata air alami dan konservasi bambu yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.

Bacaan Lainnya

Nama Sendang Seruni berasal dari tanaman bunga Seruni yang tumbuh di sekitar sendang tersebut. Terdapat tujuh sumber mata air mengalir di sekitar Sendang Seruni, yang tiga di antaranya berada di dasar kolam.

Baca juga : Tiga Destinasi Wisata Alam Unggulan Banyuwangi

Indahnya Desa Tamansari memang tak dapat dipungkiri. Bahkan menjadi salah satu miniatur unggulan wisata Banyuwangi.

Bahkan, Menteri Sandiaga Salahudin Uno saat berkunjung ke desa ini mengatakan melihat berbagai potensi, Desa Tamansari bisa seperti Ubud Bali. “Dulu Ubud Bali mengawali seperti Desa Tamansari saat ini. Saya yakin dengan konsistensi melalui kegiatan budaya, pelestarian alam, Tamansari bisa menjadi destinasi wisata dunia,” tambah Sandi.

“Yang membedakan Desa Tamansari dan lainnya, alamnya dipelihara dengan baik. Budaya dan historisnya kuat. Terpenting lagi, disertai penerapan digitalisasi,” katanya.

Sandi pun optimis dengan perkembangan wisata Indonesia di masa pandemi, termasuk Banyuwangi. “Penanganan Covid-19 di Banyuwangi saya pantau juga terkendali dengan baik. Kini tinggal kebangkitan ekonomi, syaratnya ya disiplin protokol kesehatan. Saya yakin pariwisata Banyuwangi bisa bangkit,” tambah Sandi.

Sementara itu, Bupati Ipuk mengatakan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, Banyuwangi menjadikan desa sebagai garda depan pembangunan. Salah satunya, lewat pengembangan desa wisata Banyuwangi.

Desa Tamansari menjadi desa wisata mengoptimalkan potensi dan berbagai jejaring bisnis, dengan BUMDes sebagai leading sektornya. “Desa Tamansari berhasil membangun jejaring bisnis yang dikelola BUMDes, dengan mengoptimalkan peran masyarakat,” jelas Ipuk.

Di desa ini, jelas Ipuk, terdapat lebih 300 warga yang terlibat dalam jejaring bisnis desa wisata. “Banyak produk yang dihasilkan desa ini, mulai dari berbagai olahan susu, kuliner, kopi, gula aren, dan lainnya yang diproduksi warga desa,” kata Ipuk.

Kepala Desa Tamansari, Rizal Sahputra mengatakan desanya terus berupaya mengoptimalkan digitalisasi dalam membangun dan memperluas jangkauan pasar desa wisata Banyuwangi. Hal ini, kata dia, tak lepas dari program Smart Kampung yang telah dicanangkan oleh pemkab.

“Smart Kampung ini menjadi pendorong kami untuk terus mengoptimalkan TI dalam membangun desa, termasuk wisatanya. Dukungan TI dari pemkab akhirnya membuat kami terbiasa mengembangkan digitalisasi di desa,” kata Rizal.

Perlahan Desa Tamansari terus mengembangkan jejaring bisnisnya. Saat ini terhitung 60 UMKM, 50 homestay, puluhan jasa guide wisata, kendaraan wisata, serta beberapa usaha kecil menengah lainnya. Seluruh jenis usaha desa ini melibatkan warganya.

Baca juga : Orang Ini Pernah Melihat Gus Dur di Alas Purwo

“Kami selalu mendorong segala unit usaha desa benar-benar diinisiasi oleh warga itu sendiri. Namun, sebagai pemerintah desa, kami akan berusaha mencukupi akomodasi pariwisata atau menyempurnakan segala bentuk sumber daya yang berkaitan dengan desa wisata,” katanya.

Desa Tamansari menjadi 50 finalis Dari 1.831 desa di Indonesia yang mengikuti kompetisi desa wisata ini. ADWI merupakan ajang lomba desa wisata yang diselenggarakan Kemenparekraf untuk membangkitkan pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Harapan lainnya atas prestasi itu, wisata Banyuwangi ke depan dapat terus berkembang dan menjadi primadona para wisatawan. (BP/Ndy)